Sabtu, 17 Januari 2015

TUGAS UAS



NAMA :NURUL HIDAYAH
NIM     :2014210105
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA (B)

Kesimpula
Filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan yang dijalankan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan bersama.Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi pasti akan menghadapi konflik,seorang dituntut harus bisa mengambil keputusan dengan arif dan bijak,pemimpin yang baik memiliki etika untuk memotivasi bawahannya menjadi yang lebih baik. .

Selasa, 11 November 2014

TUGAS



        TUGAS ILSAFAT ADMINISTRASI NEGARA
     Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo dan sophia. Philo berarti gemar akan atau mencintai, sedangkan sophia berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Jadi secara harafiah filsafat berarti cinta akan kebenaran atau cinta akan kebijaksanaan. Semua orang yang belajar filsafat dan mendlminya disebut filsuf. Tugas dari seorang filsuf adalah mempelajari segala fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan berusaha untuk mencari tentang hakekat dan kebenarannya secara mendal.
 kompetensi yang di bentuk pada mata kulia filsafat admistrasi negara saya di bentuk menjadi seorang pemimpin. Dalam kepemimpinan ada rumus yang harus di pelajari L=f(l,f,s)
L=leadership,f=funetion,l=leader,f=follower,s=situation.Latar belakang munculnya pemimpin.Kepemimpinan muncul bersama-sama dengan adanya peradaban manusia. Yaitu sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama dan terjadi kerjasama antar manusia. Pada saat itu akan muncullah seorang manusia yang paling tua, paling kuat, paling cerdas, paling bijaksana atau paling berani yang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab munculnya seorang pemimpin :
  1. teori genetis; yang menyatakan pemimpin itu tidak dibuat, tetapi pemimpin itu timbul atau ada dengan sendirinya.
  2. Teori, sosial, pemimpin itu harus di persiapkan ( melalui pendidikan), setiap orang bisa menjadi bila mendapat pendidikan yang layak.
  3. Teori Ekologis (Sintesis), pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mempunyai bakat memimpin dan kemudian dikembangkan melalui usaha pendidikan dan pengembangan pengalaman.
     Sifat dan karakter manusia dapat dijelaskan dengan teori  X, Y dan Z.
Teori X menjelaskan bahwa seorang hanya memiliki sifat negatif atau sifat buruk. Artinya melakukan sesuatu selau dengan sikap yang  terpaksa dan kurang bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya. Teori Y menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat positif atau sifat baik. Artinya selalu melakukan suatu pekerjaan secara sukarela dan penuh tanggungjawab. Teori Z merupakan gabungan dari teori X dan Y. Teori ini menjelaskan sifat manusia yang tidak tetap atau selalu berubah. Kadang baik dan kadang buruk. Pada dasarnya manusia memiliki sifat baik dan sifat buruk dalam dirinya masing-masing. Dengan kata lain kebaikan dan keburukan pasti ada dalam diri setiap manusia. Tidak ada manusia yang  hanya memiliki sifat baik atau sifat buruk saja.
           Jika teori ini dikaitkan dengan kepemimpinan maka dapat kita simpulkan bahwa seorang pemimpin yang ideal adalah seorang pemimpin yang memiliki kriteria seperti yang dijelaskan dalam teori Y.


Selasa, 04 November 2014

UTS FILSAFAT ADMINISTRASI NEGARA



                Manusia adalah mahlik yang paling tinggi dibandingkan dengan mahluk lain tuhan yang lain.Manusia dianugrahi kemampuan untuk berfikir,kemampuan memilah dan memilih mana yang baik dan buruk.Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.Tidak hanya lingkungan yang perlu di kelolah dengan baik ,kehidupan sosial manusiapun perlu dikelolah dengan baik.Untuk itulah dibutuhkan sumberdaya manusia yang berjiwa pemimpin,paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelolah diri,kelompok dan lingkungan dengan baik.Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif  pelik dan sulit.Disinilah dituntut kearifanseorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat di selesaikan dengan baik
.
Pada hakekatnya filsafat administrasi negara mempelajari latar belakang munculnya pemimpin.Kepemimpinan muncul bersama-sama dengan adanya peradaban manusia. Yaitu sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama dan terjadi kerjasama antar manusia. Pada saat itu akan muncullah seorang manusia yang paling tua, paling kuat, paling cerdas, paling bijaksana atau paling berani yang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab munculnya seorang pemimpin :
  1. teori genetis; yang menyatakan pemimpin itu tidak dibuat, tetapi pemimpin itu timbul atau ada dengan sendirinya.
  2. Teori, sosial, pemimpin itu harus di persiapkan ( melalui pendidikan), setiap orang bisa menjadi bila mendapat pendidikan yang layak.
  3. Teori Ekologis (Sintesis), pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mempunyai bakat memimpin dan kemudian dikembangkan melalui usaha pendidikan dan pengembangan pengalaman.
Pemimpin harus memiliki ada tiga hal yaitu:
  1. Kekuasaan
  2. Kewibawaan
  3. Kemampuan
Selain itu pula harus diperhatikan penguasaan konsep-konsep, potensi yang dimiliki serta motivasi yang dapat di tumbuhkan (kadang-kadang) ambisi juga diperlukan).
Pemimpin itu harus mempunyai sifat-sifat yang baik antara lain:
  1. Kuat mental dan fisiknya.
  2. Bersemangat.
  3. Ramah-tamah dan kasih saying.
  4. Jujur
  5. Mempunyai kemampuan (ketrampilan).
  6. Tegas dan cepat dalam mengambil keputusan.
  7. Cerdas dan bijaksana
  8. Berpengalaman
  9. Dapat dipercaya

teori-teori  tentang sifat dan karakteristik seorang pemimpin berdasarkan dengan etika,logika dan estetika.
Teori X                                                                                                                                    teori ini di asumsikan bahwa individu bersifat negative.                                                              pemimpin yang memegang teori X ini cenderung menganggap bawahan hanya sebagai hanya sebagai alat prduksi semata, dimotivasi oleh hukuman dan hadiah, tidak memiliki keinginan untuk maju, dan menghindari tangung jawab. Akibatnya pemimpin harus mengawasi mereka dengan keras, dan menggunakan ancaman hukuman untuk menakuti bawahan agar mau bekerja. Pemimpin juga tidak memiliki kepercayaan terhadap anak buahnya sehingga pemimpin lebih banyak memberikan perintah, bertindak otoriter, mengiginkan kepatuhan yang tinggi dari bawahan yang menganggap bawahan tidak akan bisa diberikan tanggung jawab.
Teori Y
          teori ini di asumsikan bahwa individu bersifat positif.Asumsi teori Y secara ringkas akan disebutkan satu persatu dibawah ini;

·         Pemimpin memandang bawahan sebagai orang yang punya pendapat bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan dan alamiah seperti beriman.
·          Pemimipin memandang bawahan sebagai orang yang mempunyai pengendalian diri dan pengawasan diri jika mereka terlibat dalam pekerjaanny
·         .Pemimpin memandang bawahan sebagai orang yang memiliki ambisi, ingin maju, dan melaksanakannya secara baik.
·         Pemimpin memandang bawahan sebagai orang yang dimotivasi terutama oleh kebutuhan yang lebih tinggi seperti kebutuhan untuk berprestasi, mendapat pengakuan, dan mengtualisasikan dirinya secara maksimal.
·         Pemimpin memandang bawahan sebagai orang yang mampu menyelesaikan masalah dalam organisasi secara mandiri, bertanggung jawab dan kreaktif sehingga tidak membutuhkan pengawasan yang ketat.           
          Pemimpin yang memegang teori Y akan beranggapan bahwa bawahan merupakan individu yang bisa berkembang secara baik, mempunyai pengendalian diri, dan bertanggungjawab atas pekerjaannya. Akibatnya, pemimpin lebih banyak memberikan dorongan, kesempatan untuk maju bagi bawahannya, tanggung jawab melalui pendelegasian tugas. Pemimpin mempunyai potensi dan kemampuan yang besar jika dibimbing dengan baik. Gaya kepemimpinnya lebih demokratis, tidak otoriter.
Teori Z
          Teori ini adalah teori campuran antara teori X dan Y, mereka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik yang harus di lakukan, teori ini selalu membingungkan seseorang terhadap apa yg orang lain lakukan.