Manusia
adalah mahlik yang paling tinggi dibandingkan dengan mahluk lain tuhan yang
lain.Manusia dianugrahi kemampuan untuk berfikir,kemampuan memilah dan memilih
mana yang baik dan buruk.Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu
mengelola lingkungan dengan baik.Tidak hanya lingkungan yang perlu di kelolah
dengan baik ,kehidupan sosial manusiapun perlu dikelolah dengan baik.Untuk
itulah dibutuhkan sumberdaya manusia yang berjiwa pemimpin,paling tidak untuk
memimpin dirinya sendiri.dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelolah
diri,kelompok dan lingkungan dengan baik.Khususnya dalam penanggulangan masalah
yang relatif pelik dan sulit.Disinilah
dituntut kearifanseorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat
di selesaikan dengan baik
.
Pada
hakekatnya filsafat administrasi negara mempelajari latar belakang munculnya
pemimpin.Kepemimpinan
muncul bersama-sama dengan adanya peradaban manusia. Yaitu sejak nenek moyang
manusia berkumpul bersama dan terjadi kerjasama antar manusia. Pada saat itu
akan muncullah seorang manusia yang paling tua, paling kuat, paling cerdas,
paling bijaksana atau paling berani yang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab
munculnya seorang pemimpin :
- teori genetis; yang menyatakan pemimpin itu tidak dibuat, tetapi pemimpin itu timbul atau ada dengan sendirinya.
- Teori, sosial, pemimpin itu harus di persiapkan ( melalui pendidikan), setiap orang bisa menjadi bila mendapat pendidikan yang layak.
- Teori Ekologis (Sintesis), pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mempunyai bakat memimpin dan kemudian dikembangkan melalui usaha pendidikan dan pengembangan pengalaman.
Pemimpin
harus memiliki ada tiga hal yaitu:
- Kekuasaan
- Kewibawaan
- Kemampuan
Selain itu
pula harus diperhatikan penguasaan konsep-konsep, potensi yang dimiliki serta
motivasi yang dapat di tumbuhkan (kadang-kadang) ambisi juga diperlukan).
Pemimpin itu
harus mempunyai sifat-sifat yang baik antara lain:
- Kuat mental dan fisiknya.
- Bersemangat.
- Ramah-tamah dan kasih saying.
- Jujur
- Mempunyai kemampuan (ketrampilan).
- Tegas dan cepat dalam mengambil keputusan.
- Cerdas dan bijaksana
- Berpengalaman
- Dapat dipercaya
teori-teori tentang sifat dan karakteristik seorang
pemimpin berdasarkan dengan etika,logika dan estetika.
Teori X teori ini di asumsikan bahwa individu bersifat negative. pemimpin yang memegang teori X ini cenderung menganggap bawahan hanya sebagai hanya sebagai alat prduksi semata, dimotivasi oleh hukuman dan hadiah, tidak memiliki keinginan untuk maju, dan menghindari tangung jawab. Akibatnya pemimpin harus mengawasi mereka dengan keras, dan menggunakan ancaman hukuman untuk menakuti bawahan agar mau bekerja. Pemimpin juga tidak memiliki kepercayaan terhadap anak buahnya sehingga pemimpin lebih banyak memberikan perintah, bertindak otoriter, mengiginkan kepatuhan yang tinggi dari bawahan yang menganggap bawahan tidak akan bisa diberikan tanggung jawab.
Teori X teori ini di asumsikan bahwa individu bersifat negative. pemimpin yang memegang teori X ini cenderung menganggap bawahan hanya sebagai hanya sebagai alat prduksi semata, dimotivasi oleh hukuman dan hadiah, tidak memiliki keinginan untuk maju, dan menghindari tangung jawab. Akibatnya pemimpin harus mengawasi mereka dengan keras, dan menggunakan ancaman hukuman untuk menakuti bawahan agar mau bekerja. Pemimpin juga tidak memiliki kepercayaan terhadap anak buahnya sehingga pemimpin lebih banyak memberikan perintah, bertindak otoriter, mengiginkan kepatuhan yang tinggi dari bawahan yang menganggap bawahan tidak akan bisa diberikan tanggung jawab.
Teori Y
teori
ini di asumsikan bahwa individu bersifat positif.Asumsi teori Y secara ringkas
akan disebutkan satu persatu dibawah ini;
·
Pemimpin
memandang bawahan sebagai orang yang punya pendapat bahwa pekerjaan adalah
sesuatu yang menyenangkan dan alamiah seperti beriman.
·
Pemimipin memandang bawahan sebagai orang yang
mempunyai pengendalian diri dan pengawasan diri jika mereka terlibat dalam
pekerjaanny
·
.Pemimpin
memandang bawahan sebagai orang yang memiliki ambisi, ingin maju, dan
melaksanakannya secara baik.
·
Pemimpin
memandang bawahan sebagai orang yang dimotivasi terutama oleh kebutuhan yang
lebih tinggi seperti kebutuhan untuk berprestasi, mendapat pengakuan, dan
mengtualisasikan dirinya secara maksimal.
·
Pemimpin
memandang bawahan sebagai orang yang mampu menyelesaikan masalah dalam
organisasi secara mandiri, bertanggung jawab dan kreaktif sehingga tidak
membutuhkan pengawasan yang ketat.
Pemimpin
yang memegang teori Y akan beranggapan bahwa bawahan merupakan individu yang
bisa berkembang secara baik, mempunyai pengendalian diri, dan bertanggungjawab
atas pekerjaannya. Akibatnya, pemimpin lebih banyak memberikan dorongan,
kesempatan untuk maju bagi bawahannya, tanggung jawab melalui pendelegasian
tugas. Pemimpin mempunyai potensi dan kemampuan yang besar jika dibimbing
dengan baik. Gaya kepemimpinnya lebih demokratis, tidak otoriter.
Teori Z
Teori
ini adalah teori campuran antara teori X dan Y, mereka sadar tapi merke tidak
mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal
yang baik yang harus di lakukan, teori ini selalu membingungkan seseorang
terhadap apa yg orang lain lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar